BLANGPIDIE – Dua warga Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (20/4), sekira pukul 09.30 WIB, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdya. Pasalnya, kedua warga yang juga pemburu babi itu, ambruk dengan luka di sekujur tubuh, setelah berduel dengan babi yang lepas dari taron (perangkap-red) di areal persawahan penduduk. Informasi yang dihimpun, Rabu (21/4) menyebutkan, dua warga yang KO dalam duel dengan babi hutan itu adalah, Rusli (62) dan Zakhuan (45). Rusli yang kini menjalani rawat jalan di rumahnya, mengalami luka bekas gigitan babi di bagian tangan, perut dan dada. Sedangkan Zakhuan, hingga kemarin masih dalam kondisi kritis di RSUD Abdya, karena daging di bagian selangkangan paha kanan yang robek diterjang taring babi.Rusli yang dijumpai Serambi di rumahnya di Dusun Alue Badek menceritakan, kejadian naas itu terjadi ketika dirinya bersama Zakhuan hendak ‘menyelesaikan’ babi yang masuk perangkap di lokasi persawahannya. Keduanya lalu mengeksekusi binatang hama tanaman itu dengan tombak. Entah kenapa, babi itu terlepas dari tali jerat dan balik menyerang Rusli yang memegang tombak.

Babi yang cedera atau bui tupeh itu memgamuk sejadi jadinya. “Zakhuan yang melihat saya sedang berkelahi dengan babi, turun dari pohon dan berusaha menolong saya. Lalu babi itupun mengarahkan serangannya pada Zakhuan, hingga selangkangan lelaki itu terkoyak. Saat kritis itu, saya berhasil menghantam kepala babi dengan sepotong kayu, hingga binatang itu lari meningggalkan kami yang cedera,” jelas Rusli sembari memperlihatkan luka gigitan babi dibagian tangan, perut dan dadanya itu.

Warga yang mengetahu kejadian itu langsung melarikan keduanya ke RSUD Abdya, Rusli yang hanya mengalami luka goresan bekas gigitan babi di bagian tangan, perut dan dada, pada malam itu juga diperkenankan pulang oleh dokter. Sedangkan, Zakhuan terpaksa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut karena kondisi luka dibagian paha sebelah kanannya masih sangat parah.

Untuk mencegah jatuhnya korban lain, warga bersama unsur Muspika setempat, Rabu pagi langsung melakukan pemburuan terhadap babi dimaksud. Namun hingga pukul 12.30 WIB, babi yang melakukan penyerangan terhadap dua warga itu belum juga berhasil diketemukan. Zakhuan yang kini tergeletak di ranjang RSUD Abdya, hingga kemarin belum mampu berbicara untuk menceritakan kronologi kejadian tersebut.(tz)

Sumber : Serambi Indonesia