BLANGPIDIE-Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menawarkan kerja sama dengan CBM (Cristoffel Blinden Mission) Internasional atau LSM Internasional yang melaksanakan Program Rehabilitasi Kesehatan Jiwa untuk mengembangkan Gedung Rumah Sakit yang telah dibangun di kawasan Desa Cot Manee, Kecamatan Kuta Jeumpa menjadi Rumah Sakit Jiwa kawasan pantai barat selatan
Sarana kesehatan yang telah menyerap dana miliaran rupiah itu hingga sekarang belum dimanfaatkan untuk peruntukan apapun karena daerah itu sudah memiliki Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang refresentatif bantuan Korea Selatan lokasi Padang Meurantee.
Tawaran kerja sama tersebut disampaikan Wakil Bupati Abdya, Syamsurizal langsung kepada Direktur CBM Internasional, Dr Andreuw Mohanraj dalam acara penyerahan 13 unit sepeda motor (sepmor) untuk perawat kesehatan jiwa seluruh puskesmas di Abdya di Aula Dinas Kesehatan setempat, Rabu (9/7). Tawaran tersebut didengar langsung Kadis Kesehatan Provinsi NAD diwakili Nasruddin yang hadir dalam acara penyerahan sepmor bantuan Cbm Internasional.
Menurut Syamsurizal, Pemkab Abdya sejak empat tahun lalu membangun gedung rumah sakit umum di kawasan perbukitan Desa Cot Manee, Kecamatan Kuta Jeumpa atau sekitar sekitar 3 km arah barat Kota Blangpidie. Fisik bangunan dibangun bertahap dan sudah rampung beberapa unit gedung dengan menyerap dana miliaran rupiah.
Tapi belakangan, sarana kesehatan itu tidak jadi dimanfaatkan sebagai gedung RSUD Abdya. Sebab, Pemerintah Korea Selatan membangun gedung rumah sakit yang megah di lokasi hamparan Padang Meurantee, Susoh atau sekitar 5 km arah barat daya Kota Blangpidie. Gedung rumah sakit bantuan Korea yang dilengkapi fasilitas alat-alat kesehatan secara lengkap itu sudah difungsikan sebagai RSUD Abdya sejak 25 Mei, lalu.
Bila CBM Internasional, sebuah LSM yang melaksanakan program rehabilitasi kesehatan jiwa secara internasional bersedia bekerja sama mengembangkan RS Jiwa di Abdya, menurut Wabup Syamsurizal, angka penderita penyakit jiwa bisa ditekan, bukan saja di Abdya, melainkan mencakup sejumlah kabupaten pantai barat selatan Aceh.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Abdya, Koes Sofyan SE dan Sekretaris, Tommy Ilyas JM juga menilai di Abdya sangat strategis dikembangkan RS Jiwa untuk menangani pasien gangguan jiwa. Hasil pendataan yang dilakukan FKPSM) jumlah warga yang mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Abdya mencapai 441 jiwa tersebar seluruh kecamatan.
Dari jumlah tersebut, menurut Tommy Ilyas JM, sebanyak 12 pasien pernah dipasung. Pasien yang masih dipasung antara lain adalah Rakiman di Kecamatan Babahrot dan Syukur di Kecamatan Kuala Batee. Sedangkan dua orang yang tidak lagi dipasung dan kondisi semakin membaik setelah menjalani rangkaian pengobatan adalah ibu dan anak, Raimah dan Khairan, warga Desa Ujong Tanoh, Suaq Setia.
Sumber : http://serambinews.com